Penggunaan Cahaya untuk Mendeteksi Alzheimer

Sekelompok peneliti di Bedford telah mengembangkan cara untuk memeriksa jaringan otak dengan mengunakan cahaya mendekati inframerah untuk mendeteksi tanda-tanda penyakit Alzheimer.

Pada jurnal Optic letter terbitan 15 maret yang dipublikasi oleh masyarakat optik Amerika, kelompok tersebut mengambarkan cara pengunaan teknologi optik untuk memeriksa sampel jaringan yang diambil dari otopsi berbeda dan telah diidentifikasi dari orang yang menderita Alzheimer. Alzheimer saat ini diderita oleh 4,5 juta orang Amerika dan penyakit paling umum pada orang tua (usia lanjut) di Amerika Serikat.

“Kami meneliti cara untuk mendiagnosa penyakit dan memonitor penyakit Alzheimer selama hidup sehingga penyakit tersebut dapat dideteksi secara dini” sebut Eugene Hanlon, seorang peneliti dari departemen masalah orang tua (usia lanjut) Amerika. Teknik baru ini dikembangkan oleh Hanlon dan rekan-rekannya dari Sekolah Kedokteran Harvard dan Universitas Boston dapat mendeteksi perubahan sifat optik otak yang terjadi ketika jarigan mengalami perubahan mikroskopik karena Alzheimer yaitu gejala klinis yang sangat awal. Teknik ini sudah di uji coba keefektifannya untuk mendiagnosa Alzheimer pada manusia.

Untuk beberapa tahun Hanlon dan rekan-rekannya mencari kemungkinan untuk menganalisa otak dengan sinar inframerah yang memiliki keuntungan dapat menembus tengkorak dan tidak berbahaya terhadap otak. Dalam kepala cahaya inframerah terhambur dan hamburan itu dapat memberitahu peneliti tentang kondisi otak.

Dalam papernnya kelompok tersebut melaporkan melihat adannya efek optik karena gejala kecil dari Alzheimer. Gejala Amyloid salah bentuk tanda penting pada Alzheimer menghamburkan cahaya secara berbeda dari jaringan otak normal. Hanlon dan rekan-rekan membuktikan bahwa jika tanda tersebut banyak, sifat optik dari otak berubah. Perubahan ini dapat dideteksi dan dapat menujukkan jumlah perbedaan sampel infitro dan secara tepat mengidentifikasi Alzheimer.

Teknik ini akan menjadi terobosan baru pada dunia kedokteran jika benar-benar mampu mendetiksi perubahan mikroskopik yang menujukkan perkembangan penyakit. Semetara teknik seperti MRI cukup bagus untuk mendeteksi struktur anatomi yang disebabkan oleh penyakit Alzheimer namun tidak mampu mendeteksi perubahan mikroskopik.

Meskipun Alzheimer adalah penyebab kematian tertinggi di Amerika Serikat dengan 10.000 orang meningal setiap tahunnya, sampai saat ini belum ada cara untuk mendiagnosa penyakit tersebut ketika penderita masih hidup. Ketika seorang Alzheimer meninggal ahli patologi memeriksa potongan otak dengan mikroskop mencari tanda-tanda yang dikenali. Penyakit ini ditemukan sekitar 1 abad yang lalu ketika ditemukan akumulasi tanda Amyloid pada jaringan otak dan protein pada sel saraf. Ini adalah satu-satunya cara untuk memastikan bahwa seseorang menderita Alzheimer atau tidak semasa hidupnya.

Karena tidak ada cara yang aman untuk memeriksa otak manusia ketika hidup, maka untuk dapat mendiagnosa Alzheimer diperlukan cara yang berbeda. Para dokter pada sejarah medis pasien, melakukan tes fisik dan pemeriksaan nerofisikologikal yang mengukur performa kognitif. Diagnosa positif dibuat setelah semua kemungkinan lain dieliminasi, namun dalam kondisi terbaikpun diagnosa ini mengalami kesalahan 10% atau lebih.

Pendeteksian dini Alzheimer yang akurat dapat menyelamatkan banyak nyawa. Karena sampai saat ini tidak ada obat untuk penyakit ini. Pengobatan selama ini hanyalah perawatan secara klinis yang dapat memperlambat perkembangan penyakit ini. Dengan ditemukan pendeteksian dini diharapkan perkembangan penyakit terhadap waktu dapat dipantau sehinga meningkatkan kemampuan peneliti dan perusahaan farmasi untuk menemukan obat dan strategi perawatan baru untuk penderita Alzheimer.

Selama ini penelitian yang banyak terjadi di area ini mencarian informasi tentang apa yang terjadi diotak dan tanpa melihat jaringan otak. Beberapa peneliti sebagai contoh hanya melihat apakah protein dan zat-zat biologi lainnya dalam darah atau cairan saraf yang mengindikasi perkembangan Alzheimer. Namun sekarang para peneliti mencoba membuat citra otak dengan bantuan MRI atau PET. Metode optik seperti yang digunakan oleh peneliti dari Bedford ini merupakan metode yang sedang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pencitraan.

Sumber : Optical Society of America

Terakhir diperbaharui ( Monday, 05 May 2008 )
Explore posts in the same categories: Lain-lain

Tag: , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: